Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Visi

"PAROKI YESUS GEMBALA YANG BAIK MENJADI KOMUNITAS BERIMAN
YANG MANDIRI, SOLIDER, DINAMIS DAN BERKEMBANG
ATAS DASAR CINTA KASIH KRISTUS SANG GEMBALA BAIK"
 
Penjelasan:  
 
I. KOMUNITAS BERIMAN 
  1. Suatu komunitas umat beriman, yang berada di dalam suatu wilayah teritorial dan lokal di dalam Gereja partikular, di mana pemimpinnya adalah pastor paroki yakni seorang imam sebagai pastor utama (pastor propius), yang mana jabatannya atas otoritas Uskup dan dengan kerjasama dgn pastor lainnya, diakon dan awam. (Bdk: Kan 102-107, 515. 1 dan 518)
  2. Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea merupakan bagian dari Keuskupan Manado (bdk SC 42.1; CD 30; AA 10.3). Maka paroki Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea tidak bisa lepas berdiri sendiri dari Keuskupan Manado, melainkan selalu mempunyai ikatan dan relasi dgn diosesnya.
  3. Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea melayani seluruh wilayah Kecamatan Wanea 
  4. Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea mencakup keseluruhan komunitas umat beriman yakni 16 wilayah rohani merupakan basis koordinasi pelayanan.
 
II. MANDIRI
 
  1. Secara harafiah, mandiri dapat kita artikan sebagai kesanggupan untuk mengurus diri sendiri dan berdaya ubah untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik
  2. Dengan ditetapkannya menjadi Paroki maka Paroki Yesus Gembala Yang Baik Wanea ototmatis menjadi paroki mandiri tetapi masih harus berusaha untuk menjadi semakin dewasa.
  3. Kemandirian harus diinspirasikan Sabda Tuhan yang dihayati dalam hidup nyata, sehingga kokoh dan tidak dapat digoyahkan seperti rumah yang didirikan diatas batu (bdk. Mat 7:24-25)
  4. Gereja yang mandiri adalah gereja awam, yakni dimana setiap orang yang dibaptis menyadari bahwa kehidupan gereja adalah tanggung jawabnya. Kehidupan gereja berada di atas kelima pilar ini: Koinonia, kerygma, leturgia, diakonia, dan martirya. 
 
III. SOLIDER
 
  1. Secara harafiah, solider dapat diartikan sebagai kesanggupan untuk memiliki rasa kepedulian terhadap sesama.
  2. Sikap ini harus menjiwai seluruh hidup dan pengembangan umat sebagaimana yang selalu menjadi model dan sikap Sang Gembala Yang Baik.
  3. Komunitas umat beriman yang solider adalah komunitas umat yang selalu peduli dan berbela rasa terhadap sesama, terutama mereka yang sangat membutuhkan
 IV. DINAMIS
  1. Dinamis berarti senantiasa bergerak.
  2. Daya gerak bersumber dari Roh Kudus.
  3. Persekutuan umat yang dinamis merupakan persekutuan umat yang  yang mampu bergerak atau mampu menunjukkan tanda-tanda kehidupan
V. Persekutuan umat tersebut diblangun berdasarkan 'cinta kasih Kristus, Sang Gembala Yang Baik. Yesus Gembala Yang Baik adalah pelindung Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike Wanea. Spiritualitas inilah yang hendaknya menjadi dasar dan pendorong tumbuh berkembangnya persekutuan umat beriman di wilayah Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. 
Berikut ini beberapa gagasan yang bisa dikembangkan untuk menggali spiritualitas Yesus Gembala Yang Baik.
  1. Mengenal yang dipimpin
  2. Gembala tanpa Cinta? Hati tanpa cinta tidak mungkin mengenal mereka yang dipimpin Gembala tanpa hati yang mencinta, memandang para anggota sebagai jumlah dalam catalog, tenaga kerja untuk menjalankan intitusi, statistic yang dapat dibanggakan (atau menggelisahkan). Akibatnya: persaudaraan, kualitas hidup anggota, dan perayaan bersama tidak mendapatkan tempat yang memadai. Model Kepemimpinan Yesus Ia mengenal masing-masing domba-Nya secara pribadi dan dalam (intim)
  3. Gembala juga selalu menyertai dombanya; menjadi Emanuel, khususnya ketika domba-domba mengalami situasi sulit. Mengkombinasikan dua keutamaan: mengenal mereka secara intim dan membimbing mereke untuk dapat bergerak lebih maju. Resiko dari terus bergerak Tidak membiarkan para anggota tinggal dalam wilayah yang aman dan menyenangkan (comfort show) Mengajari mereka untuk berani mengambil resiko. Mengenal potensi-potensi yang dimiliki oleh pada anggotanya dan berkata: “Mari kita kerjakan”.
  4. Yang membuat Pemimpin menjadi Gembala yang Baik Bahagia kalau melihat orang yang dipimpin merasa gembira, bahagia, kecukupan, aman dan berkembang (kadang melebihi pemimpin itu sendiri). Tidak menghabiskan “energy” untuk membuat dirinya terkenal, melainkan mengusahakan ‘kesejahteraan’ bagi mereka yang ia pimpin. Mampu melihat peluang-peluang dan mendorong mereka yang dipimpin untuk meraihnya.
 
 

Misi

Memberdayakan umat agar mampu dengan kreatif  menjalankan pewartaan sesuai visi paroki

  1. Mengembangkan model-model pengembangan ekonomi yang lebih efektif dan berbasis umat
  2. Memberdayakan umat agar menjadi komunitas-komunitas basis yang menumbuhkan nilai-nilai kristiani untuk menjadi katolik sejati
  3. Meningkatkan peran serta umat dalam kebersamaan.
  4. Meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang sangat membutuhkan
  5. Meningkatkan pelayanan pendidikan sebagai sarana pewartaan iman katolik
  6. Meningkatkan kesadaran kritis umat agar mampu memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan bersama