Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Tanggal Peringatan Pelindung

1 Oktober

Ketua Wilayah Rohani

Bapak Marten Lalamentik

Riwayat Hidup Pelindung

Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Ayahnya bernama Louis Martin dan ibunya Zelie Guerin. Pasangan tersebut dikarunia sembilan orang anak, tetapi hanya lima yang bertahan hidup hinga dewasa. Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ketika umurnya 15 tahun ia masuk biara Karmel di Lisieux.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupannya di biara. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia yaitu: CINTA. Suatu ketika Theresia mengatakan, “Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya.”.Jadi, Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah. Theresia seorang gadis yang sederhana, dan dengan `jalan kecilnya’ yang istimewa. Ia menunjukkan bahwa kekudusan dapat dicapai oleh siapa saja betapa pun rendah, hina dan biasanya orang itu. Caranya ialah dengan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cinta kasih murni kepada Tuhan.

Setelah wafat, Theresia menjadi terkenal karena buku yang ditulisnya “Kisah Suatu Jiwa,” yang diterbitkan satu tahun setelah wafatnya. Theresia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Paus Pius X. Ia dikenal dengan sebutan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil. Pada tanggal 19 Oktober 1997, Theresia juga menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar Doktor Gereja. Ia pernah berjanji akan melimpahi kita dengan bunga-bunga mawar dari surga dan memang, sejak kematiannya banyak mujizat yang terjadi berkat bantuan doanya. Pestanya dirayakan setiap tanggal 1 Oktober.