Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Tanggal Peringatan Pelindung

29 Juni

Ketua Wilayah Rohani

Bapak Herman Watupongoh

Riwayat Hidup Pelindung

Lahir di Tarsus, dari suku keturunan Benyamin, dan seorang warganegara Roma. Dia turut mengambil bagian dalam menindas umat Kristen sampai pada saat pertobatannya yang mukjijat di tengah perjalanannya ke Damsyik (Damaskus, Siria) (Kisah Para Rasul 9:1-18). Ia mendapat panggilan dari Yesus Kristus sendiri, yang menyatakan diri-Nya kepada Paulus dengan cara yang khusus. Dia menjadi rasul yang tidak kenal lelah bagi kaum non-Yahudi.

Dia tetap tinggal di Damaskus untuk beberapa hari setelah pembaptisannya dan lantas menuju ke Arabia mungkin selama satu dua tahun untuk mempersiapkan aktivitas misionarisnya. Sekembalinya ke Damaskus, dia tinggal disana untuk beberapa waktu, berkhotbah di sinagoga-sinagoga bahwa Yesus adalah Kristus, Putera Allah. Hal ini membangkitkan kebencian orang Yahudi dan dia harus melarikan diri dari sana. Dia lantas pergi ke Yerusalem untuk menemui Petrus dan bersilaturahmi kepada sang kepala Gereja.

Dalam perjalanan misionarisnya yang pertama bersama Barnabas, Paulus mendirikan gereja-gereja di seluruh Asia Kecil: Pisidian, Antiokia, Iconium, Lystra dan Derbe. Setelah Konsili Yerusalem, Paulus ditemani oleh Silas, dan kemudian oleh Timotius dan Lukas melakukan perjalanan misionaris keduanya. Pada perjalanan misionarisnya yang ketiga, Paulus mengunjungi tempat-tempat yang sama dan sempat tinggal di Efesus selama hampir tiga tahun. Dia dipenjarakan selama dua tahun di kota Roma, setelah sebelumnya ditangkap di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:30) dan dipenjarakan di Kaisarea (Kisah Para Rasul 23:23-24). Menurut tradisi, setelah dua tahun Santo Paulus dibebaskan dari penjara Roma dan lantas melakukan perjalanan ke Spanyol, lalu kembali ke Timur, dan kembali lagi ke Roma dimana dia kembali dipenjarakan untuk kedua kalinya. Akhirnya dia menjadi martir di Roma dengan cara dipenggal, di luar tembok-tembok kota pada tahun 67 selama penindasan oleh Kaisar Nero. Tempat ia dipenggal dikenal dengan nama Tre Fontane (Three Fountains - Tiga Mata Air) karena munculnya tiga mata air yang mukjijat di tempat kepalanya jatuh ke bumi.

Tidak kurang dari 14 surat-surat dalam Kitab Perjanjian Baru ditulis olehnya. Akan tetapi bisa dipastikan bahwa Santo Paulus menulis lebih banyak lagi surat-surat yang telah hilang. Dalam surat-suratnya Santo Paulus menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemikir religius yang sangat menonjol dan perannya yang masih dapat dirasakan dalam perkembangan iman Kristiani.

Dalam dunia seni, dia digambarkan secara bermacam-macam, juga bersama-sama dengan Santo Petrus, diantaranya dengan sebilah pedang dalam adegan pertobatannya. Lambangnya adalah sebilah pedang dibelakang sebuah buku terbuka yang bertuliskan "Spiritus Gladius" (=Pedang Roh). Dirayakan tiap tanggal 29 Juni (berbareng dengan Santo Petrus) dan 25 Januari (pertobatannya).