Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Tanggal Peringatan Pelindung

3 Februari

Riwayat Hidup Pelindung

Tak hanya pelindung sakit tenggorokan, Santo Blasius ternyata punya banyak keutamaan... 

Pada akhir misa harian di gereja setiap tanggal 3 Februari, umat diberi kesempatan untuk berbaris ke depan satu per satu menerima berkat yang khas dengan dua lilin yang disilangkan. Bila kita perhatikan kalender gereja, di hari tersebut gereja Katolik sedunia merayakan pesta Santo Blasius.

Uskup Sebaste, Martir, Pelindung Orang Sakit Tenggorokan.

Santo Blasius (atau akrab dikenal sebagai Saint Blaise dalam bahasa Inggris) semasa hidupnya merupakan seorang ahli fisika sebelum akhirnya diangkat menjadi uskup di Sebaste (sekarang Sivas), wilayah Armenia (sekitar Turki), Asia Kecil. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang gembala yang baik hati pada masa mudanya.

Pada masa pemerintahan Kaisar Licinius, umat Kristiani mengalami penyiksaan dan penganiayaan. Blasius pun terpaksa bersembunyi dan mengungsi dalam sebuah gua di hutan. Di san ia tetap melaksanakan pelayanan cinta kasih dengan membantu orang-orang yang sakit, cedera, atau terluka. Orang-orang suruhan gubernur zaman itu, Agricolaus, mengejar-ngejar Blasius hingga ke dalam hutan. Ia pun tertangkap dan dipenjarakan.

Semasa ditahan, Blasius pernah menolong mengeluarkan tulang duri ikan dari dalam tenggorokan seorang anak. Berawal dari kisah inilah, berkat Santo Blasius diyakini dapat menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit tenggorokan dan paru-paru.

Pelindung Pekerja Wol

Cerita kehidupan Blasius terus berlanjut. Setelah ditangkap, Blasius disiksa dengan berbagai bentuk alat-alat penyiksaan seperti dipukuli dan dikoyak dagingnya dengan sisir bulu domba tajam yang terbuat dari besi. Hal inilah yang menjadikan Santo Blasius pelindung para pekerja wol. Akhirnya ia dihukum mati dengan dipenggal pada tanggal 3 Februari tahun 316 M dan menjadi martir. Seperti para orang kudus pada umumnya, pesta Santo Blasius diperingati Gereja Katolik sedunia pada hari kematiannya, yakni setiap tanggal 3 Februari. Namun demikian, Gereja Ortodoks Timur dan Synaxaria Yunani merayakannya pada tanggal 11 Februari.Santo Blasius merupakan satu dari sekian orang-orang kudus yang sangat populer di abad-abad pertengahan. Di Inggris sejak, masa sebelum reformasi, The Council of Oxfordin tahun 1222 mengeluarkan larangan bekerja selama pesta peringatannya. Hingga sekarang pun, para penyikat bulu domba di Inggris masih merayakan Hari Santo Blasius dengan prosesi dan berpesta karena masyarakat percaya bahwa Blasius mendatangkan kemakmuran bagi Inggris dengan mengajarkan mereka untuk memanfaatkan wol.Menyelamatkan DubrovnikDi negara lain, yakni sebuah daerah di Kroasia Selatan, nama Santo Blasius dan ide tentang kebebasan dikenal berkaitan erat dengan sejarah kota Dubrovnik. Orang-orang Dubrovnik telah memperingati santo pelindungnya ini selama lebih dari 10 abad dan menggunakan bendera yang memperlihatkan ukiran “Libertas” sebagai simbol sejarahnya.Jika orang Venesia memiliki Santo Markus, maka Dubrovnik memiliki Santo Blasius (lebih dikenal dengan sebutan Sveti Vlaho). Berdasarkan cerita sejarahnya, Santo Blasius dianggap menyelamatkan Dubrovnik pada abad ke-10 (tahun 971) ketika kapal-kapal Venesia menurunkan jangkarnya di Gruz dan dekat Lokrum dengan dalih mereka harus memperbaharui persediaan air mereka sebelum melanjutkan perjalanan ke Levant. Rakyat setempat menerima mereka dengan ramah. Sementara para pelaut Venesia yang licik memanfaatkan kesempatan ini untuk mengintai kota tersebut dan sistem pertahanannya demi mempersiapkan serangan. Rencana mereka digagalkan karena Santo Blasius menyingkapkan rencana berbahaya tersebut kepada Stojko, seorang imam di Katedral Santo Stefanus. Di Dubrovnik pada jaman dulu, ikon Santo Blasius dapat ditemukan di mana-mana. Bahkan, inisial “SB” pun tertera menghiasi bendera resmi republik. Bahkan tak banyak yang tahu bahwa sosok orang kudus ini pernah tercetak dalam stempel resmi kenegaraan dan dalam koin hingga abad ke-18. Setiap tanggal 3 Februari, relikwi Santo Blasius dibawa ke jalan-jalan untuk dicium umat sebagai tanda cinta dan penghormatan.Keajaiban diyakini terjadi saat patung perak Santo Blasius menjadi satu-satunya benda yang selamat dari kebakaran yang melanda gereja pada 25-26 Mei 1706. Patung tersebut dipindahkan segera ke Gereja Santo Nikolas di Prijeko Street. Ketika akhirnya Gereja Santo Blasius selesai direnovasi dan direkonstruksi (oleh Marin Gropelli) pada tahun 1715, dewan senat memerintahkan bahwa patung tersebut harus dikembalikan ke tempat asalnya. [YSY]

Ketua Wilayah Rohani

Ibu Ona Rojakalek