Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Tanggal Peringatan Pelindung

Click to add text, images, and other content

Ketua Wilayah Rohani

Ibu Jangwarmase

Riwayat Hidup Pelindung

Memulai untuk mengenal Santa ini, hanyalah diketahui bahwa Cecilia hidup pada masa awal Gereja.

Ia adalah seorang gadis bangsawan Romawi.

Kehidupan sebagai seorang gadis bangsawan dengan gaun-gaun indah seperti kebanyakan pada zaman itu

tidak pernah ada di dalam diri Cecilia.

Ia lebih memilih mengenakan sehelai baju kasar daripada mengenakan gaun-gaun indah

sebagaimana layaknya seorang gadis bangsawan.

Tubuhnya yang halus terbalut oleh baju kasar telah membuatnya menderita dari segala bentuk penghinaan,

namun segala penderitaannya itu dipersembahkan sebagai silih bagi Sang Pengantin yang telah dipilihnya yaitu Kristus.

Di masa mudanya, ia telah mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan

dengan seuntai janji kesucian dan kemurnian hati yang akan diberikan kepada Kristus

yang telah dipilihnya sebagai Pengantin seumur hidupnya.

 

Sebuah tantangan harus dihadapi oleh Cecilia yakni ketika sang ayah

menikahkannya dengan seorang bangsawan yang bernama Valerian.

Valerian, sang suami yang dipilih oleh ayahnya berbeda sekali dengan dirinya sebagai seorang kristiani.

Valerian adalah seorang penyembah berhala yang tidak mempercayai adanya Tuhan.

 

Ketika pesta pernikahan berlangsung dan semua orang bersuka ria serta menari dalam pesta itu,

Cecilia yang cantik duduk menyendiri.

Di dalam hatinya, ia melambungkan mazmur kepada Tuhan dan berdoa memohon pertolongan-Nya.

Ia tidak mau mengingkari janjinya kepada Pengantin Surgawinya.

 

Di saat Cecilia dan Valerian suaminya tinggal berdua, ia memberanikan diri untuk berkata kepada Valerian:

“Aku mempunyai suatu rahasia yang hendak kukatakan kepadamu.

Ketahuilah bahwa aku mempunyai seorang malaikat Allah yang menjagaiku.

Jika kamu menyentuh aku di dalam perkawinan ini,

malaikatku akan marah dan kamu akan menderita.

Jika engkau memperkenankan aku memegang janjiku untuk menjadi pengantin Kristus saja

maka malaikatku akan mengasihimu seperti ia mengasihiku.”

 

Meskipun Valerian seorang kafir, tetapi hatinya sangatlah lembut. Mendengar perkataan istrinya itu, Valerian mengatakan:

“Tunjukkanlah kepadaku malaikatmu. Jika ia datang dari Tuhan, aku akan mengabulkan permintaanmu.”

Kemudian Cecilia menjawab, “Jika engkau percaya akan Allah yang satu dan benar

serta menerima air pembaptisan maka engkau akan melihat malaikatku.”

 

Pada akhirnya, Valerian terkesan oleh iman kekristenan yang telah dimiliki Cecilia, isterinya.

Segera Valerian pergi menemui Uskup Urban yang menerimanya dengan gembira.

Setelah Valerian mengucapkan pengakuan iman Kristiani, ia pun dibaptis dan sesudahnya kembali menemui Cecilia.

Di samping isterinya, Valerian dapat melihat malaikat yang menakjubkan.

 

Malaikat itu berbicara kepadanya: “Aku mempunyai suatu mahkota bunga untuk kalian masing-masing yang dikirim dari surga.

Jika kalian tetap setia kepada Tuhan maka ia akan memberikan penghargaan dengan wangi semerbak surga abadi yang kekal.”

Kemudian malaikat itu memahkotai Cecilia dengan bunga mawar dan Valerian dengan suatu rangkaian bunga bakung berbentuk lingkaran. Keharuman aroma bunga yang semerbak mengisi keseluruhan rumah mereka.

 

Kejadian tersebut disaksikan juga oleh Tiburtius saudara Valerian yang pada saat itu tinggal bersama mereka.

Malaikat itu menawarkan pula keselamatan kepada Tiburtius

apabila ia mau meninggalkan segala bentuk pemujaan palsu yang dianutnya.

Akhirnya, Tiburtius pun belajar iman Kristiani dari Cecilia.

Kepada Tiburtius, Santa Cecilia mengisahkan Yesus dengan begitu indahnya

sehingga tidak lama kemudian Tiburtius pun dibaptis.