Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Ketua Wilayah Rohani

Ibu Noortje Kaunang-Rumengan

Riwayat Hidup Pelindung Wilayah

ASAL DAN LATAR BELAKANG

Rasul Andreas adalah seorang dari keduabelas murid Yesus. Nama “Andreas” berasal dari bahasa Yunani yang berarti: berani, perkasa, kuat. Dia dijuluki “protocletus”, karena merupakan murid pertama yang dipilih dan dipanggil Yesus. Dia adalah nelayan di Galilea, asal Betsaida, dan merupakan saudara Simon Petrus, putra Yohanes (bdk. Yoh. 1:40.42.44). Mereka juga mempunyai rumah di Kapernaum (bdk. Mrk. 1:21.29), di mana Yesus sempat singgah dan menyembuhkan ibu mertua Petrus. Dalam berbagai teks Perjanjian Baru nama Andreas termasuk dalam urutan empat nama pertama dalam daftar para murid Yesus.

Pada awalnya, Andreas adalah murid Yohanes Pembabtis (bdk. Yoh. 1:35-40). Hingga suatu saat Yohanes menunjuk Yesus yang sedang lewat, “Dialah sang Anak Domba Allah!”. Walau mungkin belum mengerti benar apa makna seruan Yohanes itu dan belum mengenal siapa Yesus, namun Andreas bersama seorang murid lainnya segera mengikuti Yesus. “Apakah yang kamu cari?”, tanya Yesus kepada mereka. “Guru, di manakah Engkau tinggal?”, tanya mereka. Jawab Yesus,"Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Perjumpaan dengan Yesus dan pengalaman bersama-Nya membuat Andreas segera menyadari dan mengenal bahwa Yesuslah Sang Mesias. "Kami telah menemukan Mesias!", serunya dengan gembira kepada Petrus, saudaranya (Yoh. 1:41). Dia tidak menyimpan kegembiraan ini untuk dirinya sendiri, namun segera membagikannya kepada Petrus. Petrus diantarnya menemui Kristus. Kedua bersaudara ini diterima Yesus menjadi murid-Nya. Pada awalnya mereka masih melanjutkan pekerjaan mereka sebagai nelayan. Hingga suatu hari saat mereka sedang menebarkan jala, Yesus memanggil mereka, “Mari ikutlah Aku dan kamu kujadikan penjala manusia.”. Saat itu mereka meninggalkan jala dan segalanya untuk mengikuti Yesus.

 

PEWARTAAN RASUL ANDREAS

Dalam beberapa teks Perjanjian Baru disebutkan nama Andreas secara khusus meskipun tidak banyak. Andreaslah yang bersama dengan Petrus, Yakobus dan Yohanes mengajukan pertanyaan ke Yesus, pertanyaan yang membawa ke pembicaraan eskatologia (bdk. Mrk. 13:3). Pada mujizat pergandaan roti, Andreaslah yang mengatakan kepada Yesus, "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?". (bdk. Yoh. 6:9) Beberapa hari sebelum kematian Yesus, beberapa orang Yunani bertanya kepada Filipus apakah mereka bisa menemui Yesus. Filipus kemudian menanyakannya kepada Andreas sebagai seseorang yang lebih berwenang, lalu keduanya membawa mereka kepada Yesus (Yoh. 12:20-22). Selain itu, sebagai seorang dari keduabelas rasul, kita tahu bahwa Andreas juga hadir saat perjamuan makan malam terakhir, saat Yesus menampakkan diri kepada para rasul sesudah kebangkitanNya, saat Yesus naik ke Surga, saat Pentekosta, dan dia hadir juga di tengah penganiayaan saat mewartakan Kristus di Palestina.

Memenuhi amanat Sang Guru, para murid menyebar ke segala bangsa untuk mewartakan Injil. Rasul Andreas menyebarkan agama Kristen di Scythia, Epirus, Hellas, Kapadokia, Galatia, Bithynia, Byzantium, Thrace, Makedonia, Thessaly, dan Achaia. Menurut tradisi Gereja, dia memulai misinya di Provinsi Vithynia dan Pontus di bagian tepi selatan Laut Hitam. Kemudian menuju Kota Byzantium dan mendirikan gereja Kristen di sana, mentahbiskan uskup Byzantium yang pertama, Stachys.

Banyak cerita atau legenda tentang dirinya, kuasa doanya, kelembutan hatinya, dan lain-lain. Antara lain: Ada seorang tua yang telah puluhan tahun hidup dalam dosa, datang kepadanya dan menceritakan ketidakmampuannya untuk membebaskan diri dari kelemahannya ini. Santo Andreas menangis mendengarnya dan mengatakan bahwa dia tidak akan makan daging sebelum orang itu diselamatkan. Setelah lima hari berpuasa, suatu suara mengatakan kepadanya bahwa Tuhan mengabulkan doanya dan dengan kerjasama dari si orang tua itu, yang ikut berpuasa selama enam bulan, si orang tua itu dibebaskan dari kelemahannya dan kembali merasakan damai Tuhan.

Kisah yang lain menceritakan tentang misi Andreas di Achaia di mana dia melakukan banyak mukjizat dan penyembuhan dalam nama Yesus Kristus serta mempertobatkan banyak penyembah berhala, termasuk istri Aeges, prokonsul Roma dan Stratoklis, saudara yang paling pandai dari prokonsul Roma. Andreas mengangkat Stratoklis menjadi uskup Patras yang pertama.

Aeges menjadi marah dan atas desakan para penyembah berhala dia memaksa orang-orang kristen untuk menyembah berhala. Andreas menghadap kepadanya dan menjelaskan bahwa hanya Tuhanlah yang patut disembah dan bahwa Kristuslah putra Allah yang telah datang ke dunia. Semua penyembahan berhala memurkakan Tuhan. Aeges mengatakan karena kesia-siaan yang diwartakan-Nya itulah maka Yesus harus menanggung akibatnya: harus menderita sengsara dan disalibkan. Andreas mengatakan bahwa Yesus disalibkan bukan secara terpaksa, tapi Dia dengan sukarela memanggul, menderita dan disalibkan demi keselamatan kita.

Adapun lima alasan yang diberikan Santo Andreas adalah:

1. Yesus sudah mengetahui lebih dahulu akan penderitaan-Nya dan mengatakan bahwa itu harus terjadi, ketika Dia mengatakan “Mari kita ke Yerusalem, dan anak manusia akan dikhianati.” (bdk. Mat. 20:18; Mrk. 10:33).

2. Ketika Petrus membela-Nya, Yesus menghardik Petrus “Pergi engkau ke belakang-Ku, setan.” (bdk. Mat. 16:22-23; Mrk. 8:32-33)

3. Yesus tahu bahwa Dia mempunyai kuasa untuk menderita dan mati dan kuasa untuk bangkit kembali “Aku berkuasa menyerahkan hidup-Ku dan mengambilnya kembali.” (bdk. Yoh. 10:17b-18)

4. Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan diri-Nya saat Dia memberi perjamuan makan-Nya, tapi Dia tidak mau menunjukkannya. (bdk. Yoh. 13:21-28; Mat. 26:21-25)

5. Yesuslah yang memilih tempat di mana Dia akan ditangkap dan tahu bahwa para penangkap-Nya akan datang. (bdk. Mat. 26:45-46)

 

MISTERI SALIB BAGI RASUL ANDREAS

Andreas menegaskan bahwa dirinya adalah saksi atas semuanya itu karena dia hadir pada semua peristiwa ini. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa salib adalah misteri yang sungguh agung. Aeges menghinanya dan mengatakan bahwa itu bukan misteri melainkan kesengsaraan dan jika Andreas tidak mau menerima kata-katanya, Andreas akan dijadikannya sebagai bukti. Dengan berani, Andreas mengatakan bahwa jika dia mencemooh dan mengejek salib, dia tidak akan mewartakan kemuliaannya. Secara jujur, dia ungkapkan harapannya agar Aeges mendengar misteri salib ini sehingga percaya dan diselamatkan.

Rasul Andreas memberikan lima alasan dari misteri salib:

1. Manusia pertama melanggar perintah Tuhan karena “pohon”[1], maka manusia kedua harus menyingkirkan maut tersebut dengan menderita di atas “pohon”[2].

2. Adam yang telah merusak dunia dan melanggar aturan, maka Adam baru menolak segala kelalain dan dilahirkan kembali oleh seorang perawan.

3. Adam telah mengulurkan tangannya ke buah terlarang, maka Adam baru harus merentangkan tangan-Nya pada salib.

4. Adam mengecap manisnya buah terlarang, maka Kristus perlu mengecap pahitnya empedu.

5. Kristus memberi kita keabadiaan dengan mengambil kefanaan atau kematian kita. Jika Kristus tidak wafat, manusia tidak akan memperoleh hidup kekal.

 

RASUL ANDREAS DISALIBKAN

Aeges memerintahkan untuk menyalibkan Andreas. Andreas dengan gembira mendatangi kayu salibnya. Saat dari jauh dilihat kayu salibnya, dia memberi salam:

“Salam hai Salib Suci, engkau yang telah disucikan oleh tubuh Tuhanku, dan dihiasi oleh tungkai dan lengan-Nya bagai permata yang mahal. Aku datang kepadamu dengan bersorak gembira. Terimalah aku dengan gembira di tanganmu. O kayu salib yang baik, yang telah menerima keindahan dari tangan Tuhan; telah lama aku mengasihimu dan medambakanmu: sekarang engkau telah kutemukan dan engkau siap menerima kerinduan jiwaku; terimalah aku di tanganmu, ambillah aku dari antara manusia, dan hantarlah aku ke Tuhanku; agar Dia yang telah menebusku di atasmu, berkenan menerimaku melalui dirimu.”

Andreas bahagia karena boleh semakin serupa dengan Kristus, Guru-Nya dan karena tahu bahwa salib itu akan mengantarnya kepadaNya. Dia menanggalkan jubahnya dan memberikannya kepada para algojonya. Mereka lalu mengikat dia dengan posisi kepala di bawah pada kayu salib yang berbentuk huruf X. Atas perintah Aeges mereka tidak memakukan dia agar penderitaannya lebih lama. Di sana dia bergantung selama dua hari dengan tetap berkotbah kepada kerumunan orang yang datang melihatnya.

AKHIR HIDUP RASUL ANDREAS

Dari salibnya, langit dilihatnya dengan gembira sebagai surga di mana dia akan bertemu dengan Tuhan. Atas desakan banyak orang maka Aeges dan beberapa orang datang kepadanya untuk membebaskannya. Namun Andreas menolaknya. Karena doanya, tangan orang-orang yang hendak membuka ikatannya menjadi lemas, tak bertenaga. Andreas tidak ingin turun dari salib dalam keadaan hidup. Dia mohon agar jiwanya boleh melayang kepada Sang Sumber Kebahagiaan. Pada saat itu dari langit muncullah suatu sinar yang sangat terang menyelimuti dirinya selama setengah jam sehingga tak seorangpun bisa melihatnya. Ketika sinar itu hilang, jiwa sang Rasul Suci melayang bersatu dengan Tuhan yang dicinta dan dirindukannya.Jenasahnya diturunkan dari salib dan dimakamkan oleh Maximila dan uskup Stratoklis. Dengan segera banyak orang berdatangan ke makamnya. Menyadari bahwa orang yang dibunuhnya sesungguhnya benar-benar seorang utusan Tuhan yang suci, Aeges akhirnya bunuh diri.

Pada tanggal 30 November 60, dia menjadi martir di Patras, Achaia, setelah dua hari tergantung di atas salib atas perintah Aeges, seorang prokonsul Roma. Gereja merayakan pestanya setiap tanggal 30 November.

Pada tahun 357 relikwi Santo Andreas dipindahkan dari Patras ke Konstantinopel dan disimpan di Gereja Para Rasul. Pada awal abad ketiga belas Kardinal Peter dari Capua memindahkannya ke katedral Amalfi, Italia. Jika Petrus secara simbolik mewakili Gereja Barat, Andreas mewakili Gereja Timur Selain itu, Andreas dikenal sebagai pelindung negara Rusia dan Skotlandia, juga pelindung para nelayan.

TELADAN RASUL ANDREAS

Jika kita merenungkan hidup rasul suci ini, maka ada begitu banyak teladan yang dia berikan. Namun secara singkat, kita bisa katakan bahwa seluruh hidupnya sejak perjumpaannya dengan Yesus adalah suatu sorak kegembiraan: “Kami telah menemukan Mesias!”. Teriakannya mengajak kita untuk merefleksi diri: “Benarkah kita sudah mengenali Yesus sebagai Mesias dalam hidup kita? Seberapa jauh perjumpaan kita dengan Kristus, Sang Mesias, mengubah hidup kita? Seberapa jauh perjumpaan ini menggemakan sorak kegembiraan dalam hati kita? Dan seberapa jauh sorak ini memancar keluar dari diri kita?” Teladan sang rasul suci mengajarkan kita untuk senantiasa mengantar sesama kepada Sang Mesias, juga pada saat-saat di mana kita hanya mempunyai lima roti dan dua ikan.

Peringatan Pelindung

29 November