Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Forums

Post Reply
Forum Home > Katekese > Tradisi Katolik: Jalan Salib

Yesus Gembala Yang Baik
Site Owner
Posts: 22

JALAN SALIB


Fransiskus dari Asisi, adalah yang pertama kali mempopulerkan Jalan Salib bersama dengan Rahib-Rahib Fransiskan pada abad ke-14 lewat 2 devosinya, yaitu: Inkarnasi Yesus dan Sengsara Yesus yang masing-masing dilambangkan dengan buaian dan salib.


Devosi ini kemudian merebak ke setiap Gereja dengan membuat pemberhentian-pemberhentian/stasi kecil di dalam Gereja. Para Rahib Fransiskan juga menciptakan lirik Stabat Mater yang sampai kini selalu dinyanyikan untuk mengiringi upacara Jalan Salib. Lirik ini telah tersebar dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.


Paus Clement XII (1730-40) kemudian menetapkan 14 pemberhentian atau Stasi pada Jalan Salib. Ke-14 pemberhentian inilah yang sampai kini diterapkan oleh Umat Katolik. Stasi jalan salib adalah salah satu devosi dalam tradisi Katolik untuk mengenang kembali perbuatan Yesus yang menyelamatkan. Karena alasan ini, maka setiap Gereja Katolik memiliki gambar atau lukisan yang mengkisahkan berbagai macam keadaan atau “perhentian” dalam Sengsara dan Kematian Yesus.

Devosi ini diadakan secara umum di Gereja Katolik pada hari-hari Jumat selama masa Prapaska.


Ke 14 Perhentian (Stasi) Jalan Salib

  1. Yesus di hukum mati
  2. Yesus memanggul salib
  3. Yesus Jatuh untuk pertama kalinya
  4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya
  5. Yesus ditolong oleh Simon dari Kirine
  6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika
  7. Yesus jatuh untuk kedua lakinya
  8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya
  9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
  10. Pakaian Yesus ditanggalkan
  11. Yesus disalibkan
  12. Yesus wafat di kayu salib
  13. Yesus diturunkan dari salib
  14. Yesus dimakamkan
--

 

March 9, 2012 at 8:51 PM Flag Quote & Reply

Yesus Gembala Yang Baik
Site Owner
Posts: 22

Devosi Jalan Salib ini memang telah berakar lama dalam Gereja Katolik, yang diawali dengan tradisi para peziarah yang mengunjungi Yerusalem. Sejak abad keempat, jaman Kaisar Konstantin, para peziarah telah mempunyai tradisi berdoa merenungkan sengsara Yesus melalui jalan yang sekarang dikenal dengan Via Dolorosa, walaupun pada masa itu belum disebut demikian. Tradisi tersebut didukung oleh adanya penampakan Bunda Maria di sana, dan juga pengajaran dari St. Jerome.
Namun secara lebih meluas, tradisi Jalan Salib ini mulai berkembang pesat setelah beberapa tempat di Yerusalem dipercayakan kepada ordo Fransiskan pada tahun 1342.

Setelah itu dikenal beberapa versi Jalan Salib, seperti yang ditetapkan oleh Alvarest Yang Terberkati (1420), Eustochia, dan Emmerich (1465) dan Ketzel.

Seiring dengan perkembangan waktu, maka kita melihat banyak Bapa Paus yang menganjurkan Doa Jalan Salib, karena ini merupakan cara doa yang paling mudah untuk menghayati kisah sengsara Yesus dan pengorbanan-Nya di kayu salib.

Bapa Paus yang menganjurkan Jalan Salib ini adalah Paus Innocent XI (1686), Innocent XII (1694), Benedict XIII (1726), Clementius XII (1731), Benediktus XIV (1742).

Selamat menjalani ibadah Jalan Salib...

March 13, 2012 at 7:57 AM Flag Quote & Reply

You must login to post.