Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

HARI MINGGU PANGGILAN KE 49

Posted by Felix Tulung on May 1, 2012 at 9:30 AM

Minggu Panggilan 29 April 2012

 OLEH FR. DIAKON AUDY KAUNANG

Dalam rangka memperingati hari Minggu Panggilan ke 49 , selebran Misa Pst Berty Imbar ,Pr menekankan agar umat memperhatikan anak-anak yang ada di Paroki Yesus Gembala Yang Baik karena kalau tidak diperhatikan saat ini sesudah 20 tahun pasti anak-anak ini tidak ada lagi di dalam gereja ini. Saat ini Gereja Katolik memilik wadah untuk pembinaan anak-anak dan remaja yaitu PPA dan SEKAMI, sehingga satu saat kelak dari anak-anak PPA dan SEKAMI ini ada yang dipanggil untuk menjadi imam atau biarawan-biarawati.

Pada hari Minggu ini umat mendengarkan sharing panggilan dari Sr. Xaveria, DSY, Fr. Dkn Audy Kaunang dan Pst. Berty Imbar, Pr.

Masing-masing memiliki keunikan dalam mendengarkan panggilan Tuhan untuk kemudian memberikan jawaban mereka. Sr.Xaveria awalnya hanya mengenal kehidupan suster-suster YMY. Dia juga sempatbeberapa waktur bekerja sebelum memberanikan diri mengikuti panggilan Tuhan.Awalnya, dia hanya mengikuti temannya yang masuk dalam tarekat DSY. Maklum,sebelumnya ia sudah lebih dahulu tertarik untuk masuk dalam tarekat YMY. Dia hanya mengenal sedikit tentang tarekat yang cukup khas dengan seragam berwarna coklat.

Lain lagi dengan Diakon Audy Kaunang. Frater yang berasal dari paroki ini, sudah sejak kecil kagum dengan kewibawaan dankebaikan seorang imam. Karena itu, dia mau mengikuti jejak seorang imam. Dari namanya, Fr. Audy memiliki salah satu nama tengah Carol. Itulah nama asli mendiang Paus Yohanes Paulus II. Orang tua memang memiliki suatu kerinduansupaya frater bisa menjadi pastor, meskipun tidak ada paksaan dari orang tua.Salah satu pengalaman unik yang diyakini dan diterima sebagai anugerah Tuhan,ialah kesembuhannya dari kebiasaan bersin padahal waktu itu ia justru masukSeminari Kakaskasen yang udaranya dingin.

Fr. Audy mengakui bahwa dia tidak banyak ingatdan mengalami ikut dalam pembinaan PAUD, Sekami, PPA dan Mudika/OMK. Meskidemikian, dia merasakan panggilan Tuhan. Apalagi dengan anak-anak saat ini,yang banyak mengalami jenjang pembinaan dan pendampingan; kiranya makin bisamendengarkan panggilan Tuhan.

Pastor Berty yang sudah belasan tahun menjadiimam, menceritakan secara panjang lebar kisah panggilannya.Sejak kecil, diasudah bermain dengan wiruk dan melakukan pendupaan seperti yang dibuat olehpastor. Ketika di seminari ia ingin mengundurkan diri karena ingin memilikianak, pastor pembina mengatakan nanti ia akan memiliki banyak anak dan banyakkeluarga. Itulah yang kini terjadi dan dialaminya. Menyadari pentingnya perankeluarga, pastor Berthy mengingatkan supaya keluarga-keluarga mempersiapkananak-anak, menjaga anak-anak agar tidak mudah terpancing oleh ajakan-ajakan /bujukan-bujukan dari luar untuk meninggalkan iman Katolik. Pastor menekankankeunikan serta keluhuran ajaran dan tradisi Katolik. Dia mengharapkanpenghayatan yang sungguh dan benar akan ajaran iman Katolik, kiranyamenumbuhkan benih panggilan  dalam dirianak-anak.

Semoga kita tidak sekedar berani berdoa meminta imam, biarawan-biarawati serta segenap pelayan gereja. Namun juga kitasendiri berani berdoa untuk membuka diri sendiri pada panggilan Tuhan.

 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments