Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Rike - Wanea Manado

Hari Minggu Paskah

Posted by Rafael on April 16, 2012 at 11:10 PM

Misa Hari Minggu Paskah

Minggu, 8 April 2012.

Misa Paskah, Jam 08.00 Wita

Selebran Misa : Mgr Yoseph Suwatan, MSC

Tuhan sungguh sudah bangkit alleluia, Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang sahabat yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Kematian mengalahkan dosa dan kejahatan, Kita bangkit bersama kristus dari segala keterpurukan kita termasuk dosa untuk hidup yang baru.

Uskup Manado Mgr. Yoseph Suwatan, MSC dalam mempersembahkan Misa Paskahnya di Paroki Yesus Gembala Yang Baik pada bagian renungan menyampaikan beberapa hal :

Bacaan injil Yohanes menceritakan pada minggu paskah pagi-pagi buta ada wanita yang akan membersihkan Jenasah Yesus. Maria Magdalena pagi-pagi datang ke Makam Yesus tapi Yesus tidak ada Ia mencari Simon Petrus dan berkata kepada Mereka Tuhan diambil dari Makam dan kami tidak tahu. Kecemasan seorang Maria yang dekat dengan Yesus yang Ia saksikan dalam Jalan Salib dan memberikan pelayanan pada Yesus itu sehingga merasa curiga. Makam tempat Yesus dibangkitkan ada banyak cerita. Kebangkitan Kristus tidak ada yang menyaksikan tapi mereka mengalami,ternyata masih hidup dan tampil mengunjungi murid-murid.

Mengalami penghayatan iman kita, akan Allah Bapa dan kebangkitan kristus demi keselamatan kita,

Satu Misteri bagi kita dalam kebangkitan tapi pengalaman Iman dari murid Kristus yang dialami selama tiga tahun dan akhir hidupnya dipengadilan, Yesus mengalami penderitaan, siksaan dan wafat dikayu salib. Tetapi tidak berakhir sampai dengan kematian dan ternyata hadir ditengah-tengah mereka dengan memberikan dorongan “pergilah kamu dan babtislah mereka atas nama bapa dan putra dan roh kudus”. Kornelius Perwira Romawi yang bertobat dan dibabtis oleh Petrus bersama keluarganya belum begitu mengenal siapakah Yesus dari Nasareth. Petrus memberikan katekese sekeluarga tentang Yesus yang diurapi sudah berkililing sambil berbuat sehingga Kornelius bisa menerima Yesus.

Petrus mengalami Yesus dibangkitkan pada hari ketiga dan menampakan dirinya kepada kami pengalaman Iman dari seorang Petrus yang tadinya ketika Yesus ditangkap menyangkal Yesus tiga kali bahkan sampai ketemu mata dengan Kristus sehingga Petrus menangis, Dia melihat mata Yesus yang memahami dan mengampuni perbuatannya. Akhirnya Petrus inilah yang tampil kedepan pada peristiwa Pantekosta Dia berkotbah sambil turunnya roh kudus.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil hikmah dalam peristiwa ini. Kitab suci mengatakan yang penting kristus telah bangkit dia ada diatas sana karena itu arahkanlah hidupnya kepada kristus. Arahkanlah perhatianmu pada harta surgawi. Kebangkitan mengarahkan hati dan pikiran kita pada Allah sebagai sumber yang membangkitkan kristus sumber cinta kasih Allah yang mati dikayu Salib. Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan Nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Pada hari raya paskah ini kita arahkan hati kita keatas dimana kristus berada supaya tidak terpuruk mengarahkan hidup kita pada Kristus . Kita saling memberikan selamat pada orang lain, suatu ajakan untuk bangkit jika kita lagi sedih, putus asa, saat-saat seperti itu kita ingat akan Kristus dibawa Kayusalib yang berat ada suatu kehidupan baru. Dalam Iman yang teguh kita percaya ada kebangkitan mengimani suatu yang masuk akal tapi itu sungguh terjadi dengan Kristus, dan kita sudah bangkit bersamanya . Usaha-usaha itu adalah Iman akan kasih Allah memberikan keberanian, Kasih Allah rela berkorban sehingga mati dikayu salib sehingga kita diberi jalan yang terbaik mengikuti jalan yang sudah ditunjukan oleh Yesus .

Pada masa prapaskah Bapa suci memberikan surat prapaskah pesannnya : Ibrani Bab 10 : 24 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik”. Paskah adalah kebangkitan, mereka yang menganiaya akhirnya dibangkitkan, dan Murid-murid saling menguatkan damai sertamu. Yesus memperhatikan Murid-muridnya akhirnya tumbuh dan berkembang yang diawali kehidupan para rasul mereka sebagai umat perdana berkumpul dan berdoa bersama. Mereka yang mendengar ajaran para rasul, mengadakan pemecahan roti bersama-sama sehingga merupakan kebersamaan umat masing-masing sebagai tanda tidak ada yang berkekurangan. Paskah ini kita saling memperhatikan, tidak hanya iman kita bukan hanya rohani tapi perhatian satu sama lain demi kesejahteraan bersama, membantu satu sama lain dan memberdayakan sesama kita mencari usaha-usaha apa bagi mereka.

Dalam kebersamaan wilayah rohani melihat masalah konkrit kehidupan kita dalam kebersamaan. Mengarahkan hati dan pikiran kita keatas saling memperhatikan mendorong dalam kasih dan perbuatan baik. Aksi Puasa Pembangunan membantu proyek-proyek berbagai usaha solidaritas dalam keuskupan, beberapa hal yang baik seperti yang dilakukan di Paroki Perkamil setiap keluarga memberikan kotak APP dengan nama dan lingkungan, memberikan perhatian pada usaha-usaha konkrit dalam intensi khusus.

Menjadi Refleksi kita bukan” sok- sial” tetapi mencari jalan dalam memberdayakan umat dan basis dengan melihat kebutuhan disekitar kita. Gereja harus masuk kedalam bidang ini bukan hanya rohani tapi juga jasmaniah dalam kegiatan yang nyata yang dibangun bersama. Moto beriman katolik sejati supaya hidup dalam kehidupan nyata keluarga dan masyarakat serta panggilan hidup untuk mewujudkan kesejahteraan. Selamat bangkit, selamat pesta Paskah.

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments